Puisi; Jangan Lelap Dulu
Jangan Lelap Dulu Karya RG Putra Jangan lelap dulu; duduk denganku, malam menanti setengah hari tuk temuimu, jangan kecewakan; sebab hadirnya cukup singkat, bahkan dalam ketidakpastian; menantimu duduk di bawahnya ialah nikmat, meski sesaat. Jangan lelap dulu; kopi ini menanti bibirmu di cangkir, menanti kelembutan itu membuka tabir-tabir syair, menanti omongan ringan tentang hari ini, bagaimana dunia mengecewakanmu berulang kali. Jangan lelap dulu; ranjangmu bisa menunggu, sedang kemesraan terlalu mahal seperti waktu, bantu aku menulis hari ini, sebelum kita merindukannya dalam khayal 'bisakah lagi?' Jangan lelap dulu; temaram bintang tengah bernyanyi, melantunkan ayat-ayat kering tentang janji, yang terlupa di tumpahan kopi pagi tadi, juga marahmu yang tak temukan tenang setiap hari. Mari, duduklah lagi. 16-1-20 15:13 Keroya, Gontoran Lingsar