Puisi; Menyanyikanmu







Menyanyikanmu
Karya RG Putra


Aku menyanyikan nyanyian malam
Menaruh kantuk di pundakmu dengan mimpi sebagai bayaran
Mendayu dalam bantal tuk bertamu ke alam Tuhan
Bersama derai penangkap mimpi kuberkahi malammu yang penuh kelelahan

Aku menyanyikan nyanyian subuh
Membangunkanmu dari simpuh di sisi dingin malam lalu
Segarkan titik rendahmu yang beristirahat tenangkan kelu
Pada geliat rindumu akan sosok-sosok pemberkah itu

Aku menyanyikan nyanyian pagi
Tepat di segarnya kau mengudara menjajah hari
Mengumpulkan dan menebar berkah di kelapangan negeri
Meninggikan yang rendah atas berlebihnya kantong rezeki

Aku menyanyikan nyanyian siang
Menaruh sedikit lelah di gerakmu yang menegang
Atas peluh yang mulai mandikanmu diam-diam
Juga sedikit kecewa yang jadikanmu lebih sabar

Aku menyanyikan nyanyian sore
Di keletihan yang mendamba rehat dan secangkir teh
Melambai pada deret bawah kaburnya sunset
Yang tabuhkan dingin hatimu pada bekuan angkuh kian meleleh

Aku menyanyikan nyanyian takdir
Bersama lima waktu kutiupkan angin damai menyapu getir
Pada kerancuan pongahmu yang meminta kekal bertabir sihir
Juga kisah tak selesai tentang mahar membeli surga para penyair

Ah, tentu kau dan aku dapat bernyanyi bersama
Memberi sedikit alunan tenang dan gundah bagi semesta
Di tepi-tepi harap manusia yang selalu gagal mendapat surga
Juga kecewamu yang menggigil menata sumpah, sebab lama jadi penghamba



25-11-19
22:21
Keroya, Gontoran Lingsar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rantok dalam Tradisi Maulid Adat Suku Sasak Bayan, Lombok Utara

Nyongkolan: Sebuah Tradisi dalam Sudut Pandang Masyarakat Sasak

Puisi; Jangan Lelap Dulu