Puisi; Jaharu





JAHARU 

Yang tak memberi pertolongan, kukira
Yang tak menolehkan iba, kurasa
Sungguh, kadang selaku menampik cercah fana
Yang kutundukkan pada cahaya ranum di puncak pala
Sadurku, inginkan subuh membuai pulasnya
Bangunkan mimpi yang tertolak persetujuan sang esa
Nyanyikan sayangku, lagu yang selalu hentikan tangis
Mungkin itu kan robohkan harapnya pada sufis
Geram, tentu sayang, aku juga rasakan
Melepas cengkrammu untuk bertetangga dengan Tuhan
Namun ingatlah ingatan pengingat yang mengikat tingkah kita
Yaitu getir kecil kala canda kita bersua
Pesanku, pergilah dengan tawa menekuk indah
Salamkan pada-Nya tentang simpuh yang terus kugubah
Pada nyala yang merengkuh runtuhku demi berkah-Nya
Atau senduku, yang mengilu pada baiknya tingkah amarah
Biarlah, biarkan sekali lagi aku melawan
Biar darahku yang jatuhkan peluhmu sebagai sembahan
Dan aku, masih sebagai jaharu
Sang perindu dosa pada kolong permainanmu




Kroya, Lingsar
29-11-18 11:32

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rantok dalam Tradisi Maulid Adat Suku Sasak Bayan, Lombok Utara

Nyongkolan: Sebuah Tradisi dalam Sudut Pandang Masyarakat Sasak

Puisi; Jangan Lelap Dulu