Puisi; Untuk Lupa


UNTUK  LUPA 
Karya RG. Putra 


Tentu kau bisa menangisi keadaanmu sekarang
Menangisi apa yang ada dihadapanmu
Menangisi untaian rambut putih yang dulu hitam
Menangisi moleknya rupa yang dulu tersayang
Benar, kau menangis untuk itu
Aku mendengar rintihan kecilmu saat berpesan, mengingatkan banyak orang
Petuah-petuah itu, cukup manis memang
Tapi itu adalah kekecewaanmu
Kelemahanmu, yang bertagar pada gengsinya
Ada yang tak berada
Berharap tanpa sebab
Jelas tanpa melas
Dosa tanpa pusa
Atau sekedar hening yang kau anggap suara
Kadang lupa rasanya untuk menikmati
Setiap dansa romantis antara angin dan dedaunan
Keindahan yang hanya terlihat dari balik jendela kamar
Meresapkan hampa yang nikmat, kekosongan
Ini ada terlepas dari keberadaanku
Melayang-layang ringan tanpa terbang
Imajinasikan bahagia sebagai amnesia
Selalu lupa dan hilang
Tapi diamlah, sudah saatnya
Melupakan siapa diriku saat ini, atau siapa diriku sebelumnya


Rian Gunady Putra
18/07/18 22:12
Kroya, Lingsar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rantok dalam Tradisi Maulid Adat Suku Sasak Bayan, Lombok Utara

Nyongkolan: Sebuah Tradisi dalam Sudut Pandang Masyarakat Sasak

Puisi; Jangan Lelap Dulu