Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Puisi; Untuk Lupa

Gambar
UNTUK  LUPA  Karya RG. Putra  Tentu kau bisa menangisi keadaanmu sekarang Menangisi apa yang ada dihadapanmu Menangisi untaian rambut putih yang dulu hitam Menangisi moleknya rupa yang dulu tersayang Benar, kau menangis untuk itu Aku mendengar rintihan kecilmu saat berpesan, mengingatkan banyak orang Petuah-petuah itu, cukup manis memang Tapi itu adalah kekecewaanmu Kelemahanmu, yang bertagar pada gengsinya Ada yang tak berada Berharap tanpa sebab Jelas tanpa melas Dosa tanpa pusa Atau sekedar hening yang kau anggap suara Kadang lupa rasanya untuk menikmati Setiap dansa romantis antara angin dan dedaunan Keindahan yang hanya terlihat dari balik jendela kamar Meresapkan hampa yang nikmat, kekosongan Ini ada terlepas dari keberadaanku Melayang-layang ringan tanpa terbang Imajinasikan bahagia sebagai amnesia Selalu lupa dan hilang Tapi diamlah, sudah saatnya Melupakan siapa diriku saat ini, atau siapa diriku sebelumnya Rian Gunady Putra ...

Cerpen; Rumah Laba-laba

Gambar
RUMAH LABA-LABA  Karya RG. Putra  Langit-langit kamar ini telah menjadi sarang laba-laba sekarang. Kulihat beberapa dari mereka berlarian menangkap nyamuk atau semut yang terperangkap pada jaring-jaring yang lengket. Mataku berkeling melihat kejadian itu. Seakan tak pernah terbayangkan, bahwa mereka mampu menolak gravitasi dan malah menjadikannya rumah untuk mencari nafkah membesarkan anak-anak mereka. Lalu, selayak orang tua yang gembira membawa buah tangan untuk anaknya, mereka pun tak kalah gembira. Meski yang dibawanya adalah mahluk hidup tergulung benang-benang halus yang kemudian akan dihisap cairan tubuhnya.  "Yah, dari sudut pandang tertentu, itu suatu keindahan." Pikirku mantap.  Sejenak memandang kejadian tepat di atas tempatku berbaring itu, membuatku lupa akan banyak hal. Lupa di mana saat ini aku berada. Lupa bahwa tempat tinggalku memiliki tragedi yang mengerikan. Lupa bahwa aku adalah manusia seperti orang banyak yang nantinya ak...