Puisi; Tenggelam


Tenggelam
Karya RG. Putra 

Sangat menyenangkan melihatmu tenggelam lebih dalam
Menyaksikan kematianmu hening tanpa gerakan
Sembari kubalik lembaran buku yang sedang kubaca
Sibuk menerima gerombolan kata menyesak kepala
Sedangkan kau, menanggalkan baju bertulis harmoni di atas batu
Sebelum tenggelam dan menunggu malaikat maut datang bertamu
Apakah ia akan menyaksikanmu mati tanpa sela?
Sesederhana kematian lalat yang tak berdampak pada siapa saja
Siarkan pada bujang yang tak mengenal agama
Beritahukan pada perawan muda yang terhelak akan dosa
Bahwa kau mati, tanpa menerima satu aturan
Kau mati, dengan cara yang kau tentukan
Lalu apa yang akan dikatakan takdir?
Apakah ia akan bergumam karena tak sesuai alur yang telah terukir?
Atau ia akan menyela dengan keajaiban yang hidup pada mimpi
Dengan sedikit mantra dan gerakan dahan simbol presisi
Karena Takdir, keajaiban, berkah, dan anugerah
Bukan objek yang kau terima dengan lapang dada
Bagimu, semua hanya aktualitas semu yang merengsek tuk dipercaya
Yang menjerumus mengucilkan kodrat jiwa raga
Itu tertulis pada buku yang kubaca
Dan kau mati dihadapanku tanpa suara, sebelum aku membawamu kepada yang kuasa


RG Putra
16:30 17-11-17
Kroya Lingsar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rantok dalam Tradisi Maulid Adat Suku Sasak Bayan, Lombok Utara

Nyongkolan: Sebuah Tradisi dalam Sudut Pandang Masyarakat Sasak

Puisi; Jangan Lelap Dulu