Ikut Serta Mengiring Nyongkolan sebagai Bentuk Solidaritas Antarwarga Sasak



     Ikut serta dalam mengiring pengantin atau menjadi bagian dalam suatu tradisi nyongkolan merupakan bentuk solidaritas antar warga Sasak. Solidaritas di sini diartikan sebagai upaya masyarakat Sasak mengukuhkan tali persaudaraan dan juga sebagai bukti keeksistensiannya sebagai masyrakat Sasak yang berbudaya. Menjadi bagian pengiring pengantin umumnya tidak harus selalu diminta/diundang secara resmi oleh yang mengadakan acara, namun lebih kepada kesadaran diri dari masyarakat Sasak itu sendiri untuk menghadiri acara tersebut. Kesadaran diri di sini selain sebagai rupa prilaku solidaritas, namun juga menjadi suatu perlakuan yang bersifat timbal balik. Artinya saat kita menghadiri, membantu, dan menjadi bagian dalam kegiatan nyongkolan seseorang, maka hal itu juga akan dilakukan oleh orang tersebut saat kita yang mengadakan acara nyongkolan. Sehingga terjadilah perlakuan timbal balik yang sejatinya mengukuhkan tali persaudaran di antara masyarakat Sasak.

Komentar

  1. Menambah pengetahuan sekali yan

    BalasHapus
  2. Oo, sy pikir yang punya acara nyongkolan harus ngundang kita dulu baru bisa ikut. Tapi Penulisnya sendiri pernah ikut mengiring pengantin ndak ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sistem undangan pada dasarnya hanya berlaku untuk mereka yang tinggal di luar desa tempat nyongkolan itu dilaksanakan, sedangkan untuk masyarakat di desa tersebut diharuskan ikut serta, karena ada hukum yang tidak tertulis mengenai keterlibatan seluruh masyarakat sasak saat mengadakan acara tradisi (nyongkolan) berkaitan dengan keikutsertaan masyarakatnya dalam kegiatan tersebut. Berkaitan dengan penulis pernah ikut serta, tentunya pernah. Karena ini merupakan kegiatan sakral yang kita sebagai masyarakat sasak harus mengambil bagian dalam kegiatan nyongkolan itu sendiri.

      Hapus
    2. Hukum apa maksudnya, bisa dijelaskan ?

      Hapus
    3. Hukum keharusan masyarakat yang mengaku suku Sasak harus mengikuti dan ikut andil dalam segala bentuk acara adat (bukan hanya nyongkolan) karena masyrakat Sasak merupakan simbol kesosialisasian yang nyata dalam kehidupan. Untuk itulah masyarakat sasak diharuskan mengikuti setiap bentuk kegiatan adat yang ada.

      Hapus
  3. Luar biasa kk ryan, membangun sekali

    BalasHapus
  4. dapat ilmu baru, Yan. terima kasih

    BalasHapus
  5. Terbaik dari segala yg terbaik, bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus
  6. Sangat bagus, dan dapat menambah wawasan kita terhadap budaya Sasak
    Good Job !

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rantok dalam Tradisi Maulid Adat Suku Sasak Bayan, Lombok Utara

Nyongkolan: Sebuah Tradisi dalam Sudut Pandang Masyarakat Sasak

Puisi; Jangan Lelap Dulu