Puisi; Deru Desember
Deru Desember Karya RG Putra Aku melihat tangis langit begitu basah Seperti agenda rutin; mata bulan ini selalu mudah tumpah Nelangsa dalam kuartal empat menggeser keteguhan mentari Tetiba berubah cengeng tak henti sibuk menderu sedih Aromamu tercium kalem, tersendam keringat langit Yang kering kerontang tak lagi nyata; sibuk berbasah nan arik Jerumus sunyi menjadi riuh, kala ketuknya berderap di atap itu Bunyinya membuka banyak pintu; yakni rindu dan jejak masa lalu Aku dan kau tahu bagaimana siluet abu menjadi wajahnya Sebelum menyapa sendu dalam ajian dingin berjubah sutra Kita mendamba setiap asa dalam doa-doa penghujan Ialah benar berkah-Nya itu di jejak awan Desember penghujung bulan Sungguh, aku sedikitnya kadang sesal pada Desember Sebab bawaannya tak jauh dari bingkisan masa lalu yang menggembur Sedang aku meringkuk, mengadu pada secangkir kopi hitam "Betapa jahatnya Desember; aku dipaksanya menyengam memoar" Matilah jika derua...