Puisi; Luruh Rintik
LURUH RINTIK Karya RG. Putra Sambut rintik yang datang mengetuk pagi dan malammu Terlalu jauh sudah ia merangkak, untuk sekedar menjatuhkan diri di atap rumahmu Ia hadiah, meski bungkusnya kadang gulita Ia dahaga, restu penimang hala surga Atau boleh kau sebut neraka, ia terima Karena tak sedikit nyawa yang ia kunyah tatkala melesak limbah Riuhkan bumi, nafikan kala Jangan selalu terbuai lembayung yang angkuh akan indahnya Aku tahu, kau memang mudah terpengaruh Terkejut? Tentu tidak, karena pangkatmu tetap sang candu Sambutmu adalah penantian surga seorang hamba Acuhmu adalah harap neraka seorang durjana Tapi tak apa, lenguhku tetap menempatkan diri pada doa Racauan tangan tengadah menerka sangka kuasa Sulit menipu takdir, untuk sekedar memindahkan tujuan akhir Ini tak semudah merayu supir untuk membelokkan setir Jika kau bertanya, mengapa antri untuk tersakiti? Aku antri, karena jalan tak untuk sepi Dan sakit, tak lebih hanya hut...