Cerpen; Sajak Huda
SAJAK HUDA Karya RG. Putra "Mengganggu." Mataku terbuka mendengar ucapan itu. Sudah puluhan kali ucapan singkat itu membangunkan lenaku dari tidur malam. Aku bermimpi, tapi tidak pernah bisa kuingat mimpi tadi. Terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiranku. Pikiran atas mimpi tadi. Tidak indah, tapi cukup membuatku berkeringat di tengah udara dingin ini. Aku membangunkan posisi terlentangku. Duduk sejenak dan melihat jam yang menunjuk waktu 9:30 pagi. Kebiasaan pagiku adalah terpaku melihat dinding kamar ini. Tentunya setelah mencuci muka sesaat yang lalu. Dinding kamarku penuh dengan coretan. Dipenuhi oleh gambar-gambar yang kubuat saat bosan. Coretan itu membentuk gugusan tubuh seorang pria. Ia membungkuk dengan tangan terikat di punggungnya. Pria itu menangis, membungkuk selayak menyembah. Namun tangisannya tidak terlihat karena topeng yang tersemat menghalangi curahan wajahnya. Topeng itu memiliki lengkungan senyum baha...