Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Rantok dalam Tradisi Maulid Adat Suku Sasak Bayan, Lombok Utara

Gambar
     Pada dasarnya Maulid Adat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Sasak (khususnya masyarakat Sasak di daerah Bayan, Kabupaten Lombok Utara)  sebagai suatu kegiatan merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan maulid adat ini biasa dilakukan dua hari setelah hari setelah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya. Kegiatan yang dilakukan masyarakat Bayan ini merupakan hasil akulturasi antara tradisi suku Sasak dan nilai-nilai keagamaan (agama Islam) yang ada. Mayoritas suku Sasak Bayan merupakan penganut aliran yang disebut “Waktu Telu”, yang secara umum dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan yang tidak membatasi diri pada konsep kepercayaan tertentu. Artinya mereka tetap melakukan apa yang dilakukan leluhur pada zaman dahulu, meskipun apa yang mereka lakukan tersebut tidak sesuai dengan hakikat agama yang mereka anuti yaitu dalam hal ini agama Islam.       Dalam kegiatan maulid adat terdapat suatu tahap kegiat...

Piagam Gumi Sasak; Upaya Menyadarkan, Menjaga, dan Meneruskan Amanah Bangsa Sasak

Gambar
     Bangsa Sasak merupakan kumpulan masyarakat dengan beragam budaya dan keistimewaan di dalamnya. Keeksistensian mereka menjadi simbolisme asli masyarakat Indonesia yang identik dengan sopan santun, toleransi, adat dan budaya. Suku Sasak yang menjadi suku asli Pulau Lombok telah lama hidup dengan beragam kegiatan yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Bagi mereka, menjadi suku Sasak adalah suatu berkah yang tak ternilai oleh apapun. Mereka mengartikannya sebagai penerus sejarah yang bersifat linear dan terus menerus mendedikasikan diri sebagai mata rantai keeksistensian budaya dari leluhur mereka.       "Tidak ada yang seindah dan sebaik menjadi suku Sasak", ungkap Bapak Murahim selaku dosen Sastra di Universitas Mataram dan pemerhati budaya. Menurutnya, suku Sasak adalah cerminan kemanusiaan yang sebenarnya. Cerminan dari sifat keteladanan manusia antarsesama, kepedulian terhadap alam, dan ketaatan kepada Tuhan yang Maha Esa. Jadi sanga...

Ikut Serta Mengiring Nyongkolan sebagai Bentuk Solidaritas Antarwarga Sasak

Gambar
     Ikut serta dalam mengiring pengantin atau menjadi bagian dalam suatu tradisi nyongkolan merupakan bentuk solidaritas antar warga Sasak. Solidaritas di sini diartikan sebagai upaya masyarakat Sasak mengukuhkan tali persaudaraan dan juga sebagai bukti keeksistensiannya sebagai masyrakat Sasak yang berbudaya. Menjadi bagian pengiring pengantin umumnya tidak harus selalu diminta/diundang secara resmi oleh yang mengadakan acara, namun lebih kepada kesadaran diri dari masyarakat Sasak itu sendiri untuk menghadiri acara tersebut. Kesadaran diri di sini selain sebagai rupa prilaku solidaritas, namun juga menjadi suatu perlakuan yang bersifat timbal balik. Artinya saat kita menghadiri, membantu, dan menjadi bagian dalam kegiatan nyongkolan seseorang, maka hal itu juga akan dilakukan oleh orang tersebut saat kita yang mengadakan acara nyongkolan. Sehingga terjadilah perlakuan timbal balik yang sejatinya mengukuhkan tali persaudaran di antara masyarakat Sasak.

Nyongkolan: Sebuah Tradisi dalam Sudut Pandang Masyarakat Sasak

     Berbicara mengenai nyongkolan, maka ruang lingkup pembahasannya tidak dapat terlepas dari keberadaan suku Sasak itu sendiri. Mengingat tradisi ini menjadi salah satu ciri khas yang biasa dilakukan oleh suku Sasak dalam melaksanakan acara pernikahan. Nyongkolan pada dasarnya memiliki dua tujuan utama, pertama kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan rahmat yang diberikannya dalam bentuk pernikahan. Kedua, kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan pria terhadap wanita. Karena dalam kehidupan nyata baik dari sisi agama maupun sosial, wanita selalu diposisikan sebagai insan yang mulia. Insan yang memiliki banyak peran dalam hidup yang tidak perlu dipertanyakan lagi kelayakannya untuk dihormati.       Kegiatan nyongkolan dari masa ke masa terus mengalami pergesekan dengan kemajuan zaman dan teknologi. Sehingga tahapan-tahapan yang telah terkonsep sejak awal mulai beruba...